Rasisme Etnis Tionghoa Dalam Film Pengepungan Di Bukit Duri: Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk
Abstract
Rasisme terhadap etnis Tionghoa masih menjadi persoalan sosial yang direpresentasikan dalam film Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi rasisme terhadap etnis Tionghoa dalam film Pengepungan di Bukit Duri karya Joko Anwar melalui Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan data primer berupa adegan film yang memuat unsur rasisme serta data sekunder dari literatur yang relevan. Data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan studi pustaka, kemudian dianalisis pada dimensi struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur teks membangun rasisme melalui stereotip ekonomi, pelabelan dehumanistik, eksklusi, kekerasan, dan penyembunyian identitas. Pada dimensi kognisi sosial, film menghadirkan trauma kerusuhan Mei 1998 sebagai pijakan kritik terhadap diskriminasi. Dimensi konteks sosial memperlihatkan keterkaitan representasi tersebut dengan sejarah diskriminasi dan relasi kuasa yang mempertahankan stereotip anti-Tionghoa. Film ini menghadirkan narasi tandingan terhadap normalisasi rasisme. Penelitian menyimpulkan bahwa rasisme direpresentasikan sebagai persoalan struktural yang berlangsung lintas generasi melalui bahasa, alur, dan visual film.
Kata Kunci: Film, Rasisme, Etnis Tionghoa, Analisis Wacana Kritis
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahma Amelia, Eka Yusup, Luluatu Nayiroh, Khairul Arief Rahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










