Revitalisasi Pembelajaran Sekolah Minggu Melalui Pendekatan Kreatif Interaktif Dalam Meningkatkan Minat Belajar dan Konsentrasi Anak Di GKSI Diaspora Tobadak IV
Abstract
Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) Diaspora Tobadak IV yang berada di Desa Batu Parigi, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat merupakan tempat PkM dilaksanakan. Berdasarkan observasi awal, ditemukan rendahnya minat belajar dan konsentrasi anak selama pembelajaran yang disebabkan oleh penggunaan metode yang cenderung monoton dan kurang melibatkan anak secara aktif. Solusi yang diterapkan ialah revitalisasi pembelajaran Sekolah Minggu melalui pendekatan kreatif dan interaktif untuk meningkatkan minat belajar dan konsentrasi anak. PkM ini bertujuan menciptakan pembelajaran Firman Tuhan yang lebih menarik dan tidak monoton. Metode yang digunakan meliputi studi kepustakaan, observasi, dan pengamatan langsung. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan positif dalam keterlibatan anak, ditandai dengan meningkatnya keberanian menjawab pertanyaan, partisipasi dalam permainan dan aktivitas kelompok, serta kemampuan mengingat dan menghubungkan materi Firman Tuhan dengan pengalaman sehari-hari.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kasihani Zendrato, Riste Tioma Silaen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










