Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengembangan Produk Sabun Herbal Berbasis Kelor Sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Produktif Di Kota Kupang
Abstract
Program ini juga mendukung pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penguatan UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Produk sabun herbal kelor berpotensi menjadi salah satu produk unggulan lokal yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkenalkan potensi kelor NTT kepada masyarakat yang lebih luas. Metode yang digunakan menekankan partisipasi aktif mitra dalam setiap tahapan kegiatan agar tercipta rasa memiliki dan keberlanjutan program setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Adapun tahapannya yakni; 1) Identifikasi kebutuhan dan koordinasi dengan mitra, 2) Tahap Sosialisasi Manfaat Kelor dan peluang usaha produk herbal, 3) Pelatihan praktik pembuatan sabun herbal kelor, 4) Pendampingan Pengemasan dan Pelabelan Produk, 5) Pelatihan Pemasaran Melalui Media Digital dan Marketplace, dan 6) Evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan masyarakat perempuan di kelurahan Bello sebanyak 30 orang. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun herbal berbasis kelor memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi peserta dalam mengolah dan mengembangkan produk berbasis potensi local. Dengan demikian, pemanfaatan kelor menjadi sabun herbal berpotensi menjadi salah satu strategi pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan produktif dan diversifikasi produk bernilai ekonomi.
Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Sabun Herbal, Kelor, Penguatan Ekonomi Produktif
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maryanto C. Honin, Arini Rahma Dhani, Adevalentin K.M. Lesik, M. Ulil Hac D, Rati Sarina Passoe, Jasman Jasman, Frudensia Jelita Haji, Anjelina Salu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










